BUR | Bank Usaha Rakyat

Logo Bur New

Belanja Online Luar Negeri Kena Bea Cukai Panduan Lengkapnya

Era digital membuka gerbang kemudahan dalam berbelanja. Kini, Anda dapat membeli berbagai produk dari luar negeri hanya dengan beberapa klik. Namun, tahukah Anda bahwa terdapat kemungkinan barang belanjaan online tersebut di kenakan bea cukai?

Artikel ini akan mengupas tuntas tentang bea cukai untuk belanja online luar negeri. Pahami panduan lengkapnya agar terhindar dari kebingungan dan juga biaya tak terduga.

Memahami Bea Cukai dan Ketentuannya

Bea cukai adalah pajak yang di kenakan atas barang impor, termasuk barang yang di beli secara online dari luar negeri. Ketentuan bea cukai di atur dalam Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2006 tentang Bea Cukai dan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 199/PMK.04/2019 tentang Ketentuan Impor Barang Kiriman yang Di angkut dengan Pos.

Nilai Bebas Bea Cukai

Terdapat nilai bebas bea cukai (NBBC) untuk barang kiriman yang di impor melalui pos. Batas NBBC saat ini adalah Rp 3.000.000 per penerima per kiriman. Artinya, jika nilai barang yang Anda beli tidak melebihi Rp 3.000.000, maka bebas bea cukai.

Namun, perlu di ingat bahwa NBBC ini tidak berlaku untuk beberapa jenis barang, seperti:

  • Minuman beralkohol
  • Rokok dan produk tembakau lainnya
  • Hewan dan produk hewan
  • Tumbuhan dan juga produk tumbuhan
  • Barang berbahaya
  • Barang yang di larang dan/atau di batasi

Perhitungan Bea Cukai

Jika nilai barang Anda melebihi NBBC, maka akan di kenakan bea cukai. Besaran bea cukai di hitung berdasarkan nilai pabean, yaitu harga barang di tambah biaya asuransi dan ongkos kirim. Tarif bea cukai berbeda-beda untuk setiap jenis barang. Anda dapat查询 tarif bea cukai di situs web Bea Cukai (https://www.beacukai.go.id/).

Baca juga :   15 Tren Idul Fitri 2024 yang Menarik untuk Disimak

Selain bea cukai, Anda juga mungkin di kenakan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) Impor dan Pajak Penghasilan (PPh) Impor.

Proses Pembayaran Bea Cukai

Bea cukai dan juga pajak impor di bayarkan kepada PT Pos Indonesia selaku kuasa pemungut Bea dan Cukai. Pembayaran dapat di lakukan melalui kantor pos atau secara online melalui sistem e-commerce tempat Anda membeli barang.

Tips Menghindari Bea Cukai yang Tinggi

  • Belilah barang dengan nilai di bawah NBBC.
  • Pisahkan pembelian Anda menjadi beberapa transaksi dengan nilai di bawah NBBC.
  • Gunakan jasa freight forwarder yang berpengalaman dalam mengurus bea cukai.
  • Pahami jenis barang yang dilarang dan/atau di batasi untuk di impor.

Kesimpulan

Belanja online luar negeri memang menyenangkan, namun perlu diingat bahwa Anda mungkin di kenakan bea cukai dan pajak impor. Pahami panduan lengkapnya agar terhindar dari kebingungan dan biaya tak terduga.

Baca Juga : Peluang Usaha dengan Pinjaman Elektronik Peran BPR

Era digital membuka gerbang kemudahan dalam berbelanja. Kini, Anda dapat membeli berbagai produk dari luar negeri hanya dengan beberapa klik. Namun, tahukah Anda bahwa terdapat kemungkinan barang belanjaan online tersebut di kenakan bea cukai?

Artikel ini akan mengupas tuntas tentang bea cukai untuk belanja online luar negeri. Pahami panduan lengkapnya agar terhindar dari kebingungan dan juga biaya tak terduga.

Memahami Bea Cukai dan Ketentuannya

Bea cukai adalah pajak yang di kenakan atas barang impor, termasuk barang yang di beli secara online dari luar negeri. Ketentuan bea cukai di atur dalam Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2006 tentang Bea Cukai dan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 199/PMK.04/2019 tentang Ketentuan Impor Barang Kiriman yang Di angkut dengan Pos.

Nilai Bebas Bea Cukai

Terdapat nilai bebas bea cukai (NBBC) untuk barang kiriman yang di impor melalui pos. Batas NBBC saat ini adalah Rp 3.000.000 per penerima per kiriman. Artinya, jika nilai barang yang Anda beli tidak melebihi Rp 3.000.000, maka bebas bea cukai.

Namun, perlu di ingat bahwa NBBC ini tidak berlaku untuk beberapa jenis barang, seperti:

  • Minuman beralkohol
  • Rokok dan produk tembakau lainnya
  • Hewan dan produk hewan
  • Tumbuhan dan juga produk tumbuhan
  • Barang berbahaya
  • Barang yang di larang dan/atau di batasi

Perhitungan Bea Cukai

Jika nilai barang Anda melebihi NBBC, maka akan di kenakan bea cukai. Besaran bea cukai di hitung berdasarkan nilai pabean, yaitu harga barang di tambah biaya asuransi dan ongkos kirim. Tarif bea cukai berbeda-beda untuk setiap jenis barang. Anda dapat查询 tarif bea cukai di situs web Bea Cukai (https://www.beacukai.go.id/).

Selain bea cukai, Anda juga mungkin di kenakan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) Impor dan Pajak Penghasilan (PPh) Impor.

Proses Pembayaran Bea Cukai

Bea cukai dan juga pajak impor di bayarkan kepada PT Pos Indonesia selaku kuasa pemungut Bea dan Cukai. Pembayaran dapat di lakukan melalui kantor pos atau secara online melalui sistem e-commerce tempat Anda membeli barang.

Tips Menghindari Bea Cukai yang Tinggi

  • Belilah barang dengan nilai di bawah NBBC.
  • Pisahkan pembelian Anda menjadi beberapa transaksi dengan nilai di bawah NBBC.
  • Gunakan jasa freight forwarder yang berpengalaman dalam mengurus bea cukai.
  • Pahami jenis barang yang dilarang dan/atau di batasi untuk di impor.

Kesimpulan

Belanja online luar negeri memang menyenangkan, namun perlu diingat bahwa Anda mungkin di kenakan bea cukai dan pajak impor. Pahami panduan lengkapnya agar terhindar dari kebingungan dan biaya tak terduga.

Baca Juga : Peluang Usaha dengan Pinjaman Elektronik Peran BPR

Share:

Tinggalkan Balasan

Related Post